Pagi harimenyambut dengan gembira kicauan burung berirama merdu. Sebuah kampong dimana orang-orang seperti biasanya melakukan aktivitas nya disawah untuk memenuhi kebutuhan keluarganya .Pak Hadi salah satu warga kampungmiskin yang sebagai buruh pekerja sawah milik Pak Rizalseorang juragan yang terkenal kaya,sombong,kikir,dan pemarah itu ,,memberikan upah yang cukup murah kepada para pekerja .Tetapiitupun tak menjadi persoalan buat pak Hadi yang selalu bersikap optimis kepada apa yg telah diberikan untuk memenuhi kebutuhan keluarganya ‘’ya allah terima kasih atas riski yang engkau berikan hari ini .’’doanya dalam hati .iapun pulang dalam keadaan kotor ,capek,keluarganya pun menyambut kedatangannya,,ia mempunyai 3 orang anak Rian,Dimas,Nina ,Dimas dan Rian anak laki-lakinya yang sudah lulus sma dan tidak melanjutkan kuliahnya Karena pak hadi tidak mampu membiayainya .namun Nina adik perempuan mereka berikeinginan keras untuk tetap bersekolah sampai impiannnya menjadi seorang desainer dunia, ia pu masih duduk kls x sma dikampngnya yg letaknya tidak jauh dari rumahnya .’’ayah mandi dulu.’’ Nina dah nyiapin air mandi un tuk ayah ujar Nina dalam hati..malamnya Nina duduk sambil termenung dia meliat langit dan bintang ketika itu juga abannya Dimas mengagetkannya.ahh abang Nina pikir sapa ?? kamu pikir abangmu yang ganteng ini monster.enggaklah bang masa Nina kayak gtu ..oh ya Nin loe belum tidur,,? Iya abang belum Nina lagi mikirin teman kecil Nina Joe yang dulu pernah tnggal dikampung ini dan sekarang ada di Jakarta..hmmmm kamu kangen ma dianya ??? Tanya Dimas ke adiknya Nina..ia Bang Nina merasakannya dan bukan hanya itu Nina pengen sekolah dijakarta dan penegen lanjut kuliah di korea selatan heheheh ninapun tertawa .esok harinya pak hadi mulai melanjutkan pekerjaan disawah milik pak Rizal dalam keadaan sakitpun ia tetap melanjutkan pekerjaanya .suatu hari ia difitnah oleh rekan kerja bahwa ia telah merusak 3 petak sawah milik pak Rizal ..betapa murkanya pak Rizal terhadap pak pak Hadi ‘’eh orang miskin sukurin ya elo gue dah ksih kerja berani-beraninya elo dah rusakin sawah milik gue’’kata juragan itu dengan nada marah .maaf tuan saya tidak tau apa –apa??? Alah..orang miskin macam kamu gak bias dipercaya kemudian tanpa banyak bicara ia menyurh kedua algojonya untuk memukul pak Hadi,,mereka memukul diperut dan menendang Pak Hadi ,,pak Hadipun meminta maaf namun mereka tetap melakukannya ..ia pun merintih kesakitan ..pulang kerumah dalam keadaan babak belur anaknya Dimas dan Rian kaget akan musibah yang ,menimpa ayah mereka mulut berlumuran ..ayh kenapa jadi begini danb siapa yang membuat ayah jadi begini… ucap Rian dengan nada marah .ni pa juragan itu yang menyuruh memulkul ayah karena ayah difitnah tanpa disadri Nina dating memeluk ayahnya sambil menangis nasib yang menimpa ayah mereka .ini tak bias dibiarkan lalu Nina lari menuju kerumah pak Rizal..PAK RIZ Nina tau kok kalau pak orang terkaya dikampung init tapi setidaknya ,,,dengan tegas juragan itupun menyambar eh,,,nak kecil beraninya kau berkata itu kepadaku cuihhhh amit-amit berurusan ma anak miskin yang tidak jelas asal usulnyA ..Ninapun pulang dan menyumpah juragan itu suatu saat aklu akan membalas perlakuanmu itu ujar Nina dengan nada marah ..suatu malam Nina duduk sambil mengingat perbuatan juragan itu terhadap ayahnya ..namun suara seseorang memanggilnya Ririn teman dekatnya itu eh…Nin tadi Bu Rika nyariin loe entah gue juga gak tau dia manggil loe kenapa ?? serius lo Rin Tanya Nina ketemannya Rin ..bel tanda berbunyi untuk siswa Sma dikampung itu untuk masukl mengikuti pelajaran.. Bu Rika sebagai Guru Fisika meminta ketika waktu istirahat nanti menyuruh Nina ke ruangannya …ketika bel istirahat Ninapun bergegas keruang Bu Rika bersama temannya Ririn ..assallamu alaikum dan Bu Rika menjawab wassallam,,,,Nin kenapa ibu menyuruh kamu kesini Karena diantara 100 siswa terbaik kamu juga terpilih bersama 6 siswa lainnya mendapat besiswa ke Jakarta ahhh Nina kaget dan tidak percaya ,,bener Bu Nina akan sekolah ke Jakarta ,,,iya benar Nin masa ibu bohong …hal ini Nina pun menceritakan kepada keluarga dan sempat kakaknya Dimas kaget akan adiknya tinngal dan berasrama di Jakarta ..malam haripun Nina duduk sambil menangis dan ia tidak tinggal bersama ayahnya walaupun hanya sementara ,,tiba-tiba abangnya Dimas dating dan menepuk pundak adik perempuannya,,ahh abang ‘’iya nin. Iapun menatap langit sambil meliat rembulan yang tersenyum kepadanya abang Nin gak mau berpisah ma Ayah,,ibu,,kak Dimas dan kak Rian,,,abangnya menyambar Nin kamu pernah bilang ma abang kalau kamu berkeinginan untuk sekolah dijakarta dan ingin bertemu teman kecilmu Joe…ia sich kak tapi Nina gak siap kalau keadaannya mendadak ,,adikku gak boleh cengeng ,,,kan kami akan selalu bersamamu walaupun suka dan duka ,,,ni abang berikan kamu kalung ini supaya kamu akan selalu ingat kita tpi kamu harus jaga kalung ini!!!! Ia bang Nina janji .ya udah kalo gtu tidur sana awas telat perintah Dimas ke adiknya ..matahari membangunkan Nina…uahhhh Nian menguap kemudian ia kekamar mandi lalu menyirami bandannya dengan air setelah itu ia mengenakan pakaiannya dan bersiap untuk berangkat dan macam perlengkapan untuk dibawa kejakarta ,,Ayah,,Bunda,Abang Nina berangkat dulunya …ia hati –hati Nin ucap Dimas.dengan berlinangan air mata yang tak bias dibendungi iapun lalu menaiki Bus jurusan Jakarta ketempat yang alamatnya ia sudah dapat dari sekolanya bersama temanya ,,,Ninapun berpikir apa yang akan ia lakukan dijakarta menggapai impiannya melanjutkan kuliah di korea selatan atau ingin mencari teman kecilnya Joe ……
Tidak ada komentar:
Posting Komentar